Senin, 21 November 2011

Respon Otak Pendengaran

Jika telinga berfungsi dengan baik maka akan dirangsang dengan suara, aktivitas sinyal atau suara yang dihasilkan dalam koklea (telinga dalam) dan sistem saraf bergabungan menghubungkan koklea ke otak. Korteks (bagian telinga) sendiri juga menghasilkan aktivitas suara ketika suara diproses pada aktivitas otak tingkat tinggi .


Semua aktivitas suara menyebar ke tingkat tertentu melalui jaringan di sekitarnya, meskipun pada tingkat yang sangat rendah, pada permukaan luar kepala, di daun telinga, dan di dalam kanal telinga, dll .. Potensi sinyal yang berasal dari stimulasi suara seperti diambil oleh elektroda ditempatkan di lokasi yang tepat di kepala atau saluran telinga.

Sebagai respon otak pendengar berdasarkan pada respon neurologis yang disebabkan oleh stimulasi suara itu dapat digunakan untuk mendengar perbandingan ambang batas. Untuk anak tuna rungu atau orang cacat tidak bias melakukan tes audiometri secara tradisional, Respon otah pendengaran adalah satu-satunya cara untuk mengevaluasi ambang pendengaran.

Tes lainnya dalam evaluasi pendengaran anak Emisi Otoacoustic, timpanometri dan Visual Reinforcement Audiometry.

Selain evaluasi ambang batas pendengaran dapat digunakan juga untuk screening neurologis untuk mengevaluasi kemungkinan tumor yang mempengaruhi saraf pendengaran.

Semuanya adalah bagian dari proses identifikasi Auditory Processing Disorders Tengah (CAPD).

0 Comments:

Post a Comment



Template by:
Free Blog Templates